/* === TOP ADS / BANNER AREA VIO MAGZ === */ .top-ads-wrapper { width: 100%; max-width: 1100px; margin: 15px auto; padding: 10px; text-align: center; background: #ffffff; border-radius: 6px; box-shadow: 0 2px 6px rgba(0,0,0,0.08); } /* Placeholder teks (jika belum ada iklan) */ .top-ads-wrapper .ads-placeholder { font-size: 13px; color: #999; letter-spacing: 1px; text-transform: uppercase; } /* Responsive banner */ .top-ads-wrapper img, .top-ads-wrapper iframe, .top-ads-wrapper ins { max-width: 100%; height: auto; } /* Mobile optimization */ @media screen and (max-width: 768px) { .top-ads-wrapper { margin: 10px auto; padding: 8px; } }
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Polri Bangun 177 Sumur Bor Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang



Aceh Tamiang, NHT - Pasca banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Polri terus hadir di tengah masyarakat terdampak dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya ketersediaan air bersih. Melalui langkah cepat dan terukur, Polri membangun serta mengaktifkan ratusan sumur bor air bersih agar warga dapat kembali beraktivitas secara layak dan aman, Selasa (06/01/2026).

Hingga saat ini, Polri telah membangun 177 titik sumur bor air bersih yang tersebar di 12 kecamatan dan 66 desa di Kabupaten Aceh Tamiang. Seluruh sumur tersebut telah aktif dan dimanfaatkan masyarakat. Pembangunan dilakukan diberbagai lokasi strategis, mulai dari tempat ibadah, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, area publik, permukiman warga, hingga lokasi pengungsian.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan, bahwa penyediaan air bersih menjadi prioritas utama Polri dalam fase pemulihan pascabencana.

“Polri bergerak cepat memastikan masyarakat dapat segera mengakses air bersih melalui pembangunan sumur bor di berbagai fasilitas publik dan permukiman,” ucap Trunoyudo Wisnu kepada awak media, Selasa (06/01/2026).

Trunoyudo Wisnu juga mengatakan, ini penting agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.

“Seluruh sumur bor yang dibangun dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat sebagai wujud komitmen Polri dalam melayani dan melindungi warga terdampak bencana,” ujarnya dengan tegas.

Secara keseluruhan di Provinsi Aceh, Polri menargetkan pembangunan 389 titik sumur bor air bersih, dengan rincian 300 titik di Kabupaten Aceh Tamiang dan 89 titik di kabupaten/kota lainnya. Hingga Senin (05/01/2026) pukul 23.00 WIB, 208 titik sumur bor telah terealisasi diwilayah hukum Polda Aceh, sebagian besar diantaranya telah aktif.

Rincian sebaran di Kabupaten Aceh Tamiang meliputi 48 titik di tempat ibadah, 62 titik di sarana pendidikan, 18 titik di fasilitas kesehatan, 14 titik di kantor pemerintahan, 2 titik diarea publik, 31 titik di permukiman masyarakat, dan 2 titik di lokasi pengungsian. Dari total tersebut, terdapat 3 sumur dalam dengan kedalaman 60–100 meter dan 160 sumur dangkal dengan kedalaman 20–40 meter.

Sementara itu, pembangunan sumur bor juga dilakukan di sejumlah daerah lain di Aceh, di antaranya Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Singkil, dan Kabupaten Pidie, dengan mayoritas titik telah berfungsi dan dimanfaatkan warga.

Polri memastikan pembangunan sumur bor air bersih di Aceh akan terus dilanjutkan hingga seluruh target terpenuhi sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. (Djasrial)