/* === TOP ADS / BANNER AREA VIO MAGZ === */ .top-ads-wrapper { width: 100%; max-width: 1100px; margin: 15px auto; padding: 10px; text-align: center; background: #ffffff; border-radius: 6px; box-shadow: 0 2px 6px rgba(0,0,0,0.08); } /* Placeholder teks (jika belum ada iklan) */ .top-ads-wrapper .ads-placeholder { font-size: 13px; color: #999; letter-spacing: 1px; text-transform: uppercase; } /* Responsive banner */ .top-ads-wrapper img, .top-ads-wrapper iframe, .top-ads-wrapper ins { max-width: 100%; height: auto; } /* Mobile optimization */ @media screen and (max-width: 768px) { .top-ads-wrapper { margin: 10px auto; padding: 8px; } }
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Relawan Galodo Tanah Datar - Agam Tahun 2024 Pertanyakan Dana Operasional dan Janji Uang Lelah

Tanah Datar, NHT - Sejumlah relawan dan potensi penanggulangan bencana masih menyisakan kisah pilu pascabanjir galodo yang melanda Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam pada pertengahan Mei 2024 lalu. Hingga kini, mereka mempertanyakan pengelolaan dana operasional serta realisasi janji pemberian uang lelah selama masa tanggap darurat bencana.

‎Relawan mengungkapkan, saat kejadian galodo berlangsung, beberapa petinggi Kantor SAR Padang disebut menginap di salah satu hotel di Batusangkar. Biaya penginapan tersebut dikabarkan mencapai sekitar Rp16 juta dan diduga dimintakan pembayarannya kepada BPBD salah satu kabupaten yang terdampak bencana galodo.

‎Tak hanya itu, relawan dan potensi juga menyebut adanya informasi bahwa BNPB Pusat telah menyalurkan bantuan dana sekitar Rp250 juta kepada Kantor SAR Padang. Dana tersebut diperuntukkan bagi penanganan bencana galodo di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam pada periode kejadian.

‎Beberapa relawan mengaku, nama mereka sempat didata dan dicatat oleh oknum dari Kantor SAR Padang. Pada saat itu, relawan dijanjikan akan menerima uang lelah sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan langsung di lapangan. Namun hingga kini, uang lelah tersebut disebut belum pernah diterima.

‎“Nama kami sudah didata, kami dijanjikan uang lelah, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Sekitar 70 orang relawan dan potensi didata saat itu,” ujar salah seorang relawan kepada media ini yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Jum'at (09/01/2026).

‎Berdasarkan informasi yang berkembang di kalangan relawan dan potensi, dana ratusan juta rupiah tersebut diduga telah diserahkan kepada salah seorang pejabat di Kantor SAR Padang yang menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi). Namun, dana itu disebut tidak sampai kepada relawan dan potensi yang terlibat langsung dalam penanganan bencana galodo.

‎Para relawan dan potensi berharap adanya transparansi serta penjelasan terbuka dari pihak terkait agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan dan tetap menjaga kepercayaan publik terhadap Basarnas sebagai lembaga negara di bidang pencarian dan pertolongan.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Kantor SAR Padang terkait informasi dan dugaan yang disampaikan para relawan. (Tim)