/* === TOP ADS / BANNER AREA VIO MAGZ === */ .top-ads-wrapper { width: 100%; max-width: 1100px; margin: 15px auto; padding: 10px; text-align: center; background: #ffffff; border-radius: 6px; box-shadow: 0 2px 6px rgba(0,0,0,0.08); } /* Placeholder teks (jika belum ada iklan) */ .top-ads-wrapper .ads-placeholder { font-size: 13px; color: #999; letter-spacing: 1px; text-transform: uppercase; } /* Responsive banner */ .top-ads-wrapper img, .top-ads-wrapper iframe, .top-ads-wrapper ins { max-width: 100%; height: auto; } /* Mobile optimization */ @media screen and (max-width: 768px) { .top-ads-wrapper { margin: 10px auto; padding: 8px; } }
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pesawat ATR IAT Hilang Kontak Saat Terbang ke Makassar, Basarnas Sisir Kawasan Karst Leang-Leang


Makassar, NHT – Sebuah pesawat jenis ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak saat melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/01/2026). Insiden tersebut langsung memicu operasi pencarian dan penyelamatan oleh Tim SAR gabungan di Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data sementara, pesawat tersebut mengangkut 11 orang, terdiri atas 8 kru penerbangan dan 3 penumpang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi terkait kondisi pesawat maupun seluruh orang didalamnya.

Informasi hilangnya kontak pesawat diterima sekitar pukul 13.17 WITA. Menurut data AirNav Makassar, posisi terakhir pesawat terdeteksi berada diwilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Koordinat terakhir pesawat tercatat di 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur, yang mengarah ke kawasan Leang-Leang. Wilayah tersebut dikenal memiliki kontur perbukitan karst dengan medan yang cukup ekstrem dan sulit dijangkau.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Hamsidar mengatakan, bahwa pihaknya langsung mengerahkan tim pencarian menuju lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya kontak pesawat.

“Saat ini kami telah menuju lokasi yang diberikan koordinat dari AirNav, yang berada disekitar Kabupaten Maros, tepatnya dikawasan Leang-Leang,” ujar Hamsidar, Sabtu (17/01/2026).

Menurutnya, operasi SAR dilakukan secara bertahap guna melakukan asesmen awal terhadap kondisi medan serta kemungkinan keberadaan pesawat. Basarnas telah memberangkatkan sortir pertama yang terdiri dari lima personel untuk melakukan penilaian awal di lokasi.

Seiring perkembangan situasi serta mempertimbangkan luasnya area pencarian dan kondisi medan yang ekstrem, Basarnas kembali menambah kekuatan personel.

“Kemudian diberangkatkan lagi sortir kedua sebanyak 15 orang,” tambah Hamsidar.

Tim SAR dilaporkan membawa perlengkapan khusus untuk pencarian diwilayah hutan dan pegunungan, termasuk alat navigasi, komunikasi, serta peralatan evakuasi darurat.

Selain Basarnas, operasi pencarian ini juga melibatkan AirNav Indonesia, aparat keamanan setempat, serta potensi dukungan dari TNI, Polri dan relawan lokal. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna mempercepat proses pencarian sekaligus memastikan keselamatan seluruh personel yang terlibat.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu keterangan resmi dari instansi terkait. Perkembangan terbaru akan disampaikan sesuai hasil operasi di lapangan.

Hingga saat ini, pihak Indonesia Air Transport (IAT) belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab hilangnya kontak pesawat. (Andy Fadly)